DIFINISI NEGARA ISLAM MENURUT FAZLUR RAHMAN

Posted: Februari 24, 2011 in Pengetahuan
Tag:, ,

Di bawah ini akan dijelaskan bagaimana Negara Islam yang dimaksud oleh Fazlul Rohman. Hal ini perlu dijelaskan karena berbagai pendapat telah berkembang di kalangan umat Islam sehubungan dengan Negara Islam. Pertama, pendapat antara apakah ada atau tidak Negara Islam. Maksudnya apakah Islam mengajarkan masalah kengaraan atau tidak.Dalam hal ini telah terpecah kepada tiga pendapat seperti yang telah disinggung sebelumnya yaitu ada yang berpendapat tegas ada, ada yang berpandat tidak ada dan ada yang berpendapat tidak diajarkan secara tuntas dan totalitas seperti memeri beberapa nilai dan etika bernegara. Kedua, yang berpendapat adanya Negara Islam, baik itu yang berpendapat Islam sbgai agama dan bernegara, maupun Negara Islam itu memang harus ada walaupun bukan merupakan sebuah perintah dalam Islam, akan tetapi lebih merupakan keharusan demi menjaga pengembangan atau pelestarian agama.
Seperti dijelaskan oleh Ahmad Syafii Ma’arifat dalam bukunya” Islam dan Masalah Kenegaraan” bahwa Al-Qur’an tidak pernah mnyebut –nyebut Negara Islam. Hal ini sama juga dikumukakan oleh Nurcholish Majid. Dengan menurunkan sejumlah tulisan (A.Syafii Ma’rifat, Amien Rais, Mr. Mohd Room dan surat –suratnya sendiri kepada Mr. Mohd Room) dia telah berkesimpulan bahwa tidak ada Negara Islam. Namun mereka tetap bercita-cita ada Negara yang mmpraktekkan ketentuan-ketentuan yang ada dalam Islam.FAzlur Rohman, berbeda dengan A. Syafii MA’arif dan Nurcholish Majid, tanpa menyebut dasar dari mana, dalam menulis beberapa artikel berhubungan dengan Negara Islam, telah menamakan langsung Negara Islam.

Masalah penamaan atau penyebutan Negara Islam bagi umat Islam mungkin hanya merupakan factor psikologi saja. Pakar-pakar Islam seperti Nurcholish Majid dan Syafii Ma’arif telah melewati beberapa pengalaman sejarah umat Islam Indonesia yang selalu tidak beruntung dengan pengutaraan Islam secara gambling dalam masalah politik termasuk masalah kenegaraan. Dalam sejarah politik di Indonesia gerakan-gerakan politik yang berbau agama(Islam) hampir selalu berhadapan dengan kekuasaan dan bahkan kekuatan senjata semenjak periode penjajahan, di masa kemerdekaan, di masa Orde Lama, bahka juga di masa orde baru.Sementara Fazlur Rohman dengan kondisi social politik yang dihadapai di negaranya tidak ada beban psikologis, karena perbedaan pendapat tentang itu tidak begitu berkembang apalagi perbedaan yang sampai padamenggunakan kekuatan senjata. Perbedaan antara kelompok Islam dengan kelompok sekuler tidak begitu besar, mungkin karena pemikiran sekuler tidak begitu kuat di Pakistan. Problema yang lebih besar malah perbedaan pemikiran antara kelompok fundamentalis dengan modernis, tetapi kedua kelompok ini sama-sama sependapat harus ada nagara Islam.

Yang menjadi permasalahan sekarang adalah bagaiman Negara Islam itu sebenarnya?Apakah begara Islam itu seperti Negara Turki yang bersifat sekuler yang mendudukan peroalan agama merupakan persoalan pribadi umat dan tidak boleh dimasukan dalam lembaga polotik? Seperti kita ketahui bahwa matoritas penduduk Turki sekarang adalah beragama Islam.Negara Turki selam enam ratus tahun di bawah Turki Usmani, merupakan Negara Islam dan bahkan sebagipusat dari Negara-negar Islam yaitu tempat berkedudukan Kholifah. Kemudian pada tahun 1920-an Mustafa Kamal merubah bentuk Negara dari monarki menjadi bentuk republic yang diawalnya masih berdasarkan agama Islam, hanya dalam perkembangan selanjutnya Negara itu diubah menjadu Negara sekuler sampai sekarang.

Seperti yang berkembang sekarang, ada Negara Islam yang menganut ajaran sosialis seperti Mesir namun tetap mencantumkan agama Islam sebagai agama negaranya. Demikian juga dengan halnya Iraq yang demkrasi –sosialis, kendatipum tidak mencantumkan agama Negara tetapi tetap menjadikan syariat Islam sebagai semangat dalam bernegara. Model yang berbeda lainya adalah Arab Saudi yang monarki dan rajanya selain sebagai pemimpin politik juga pemimpin agam dan menggunakan syariatIslam sebagai hokum yang berlaku diwilayah kerajaanya. Undang-Undang Dasar kerajaanya adalah Al-Qur’an dan sunah Nabi Muhammad SAW.Sementar Pakistan menyebutkan negaranya dengan Negara Islam (Republik Islam Pakistan) tetapi tidak menerapkan semua ajaran Islam dalam praktek kenegaraanya.

Banyak opini yang berkembang dalam masyarakat Islam, bahwa tidak ada satupun Negara di dunia sekarang ini sebagai Negara Islam. Alasan meraka adalah tidak ada Negara yang telah menanamkan dirinya sebagai Negara Islam yang mampu menerapkan seluruh ajaran Islam.Fazlul Rohman tidak menjadikan Negara-negara yang sebagian besar pendudukya umat Islam atau paling tidak warganya sendiri mengakui negaranya sebagai Negara Islam, sebagai model Negara Islam yang dirumuskanya, tidak pula membuat syarat-syarat yang ketat sebagi difinisi Negara Islam. Menurut Fazlul Rohman negara Islam adalah organisasi yang di bentuk masyarakat muslim itu dalam rangka memenuhi keinginan mereka dan tidak untuk kepentingan lain. Dari rumusan ini terlihat ide Fazlul Rohman mengenai difinisi Negara Islam ad hubungannya dengan sejarah terbentuknya negara Pakistan atas dasar keinginan umat Islam yang ingin mendirikan negara sendiri yang terpisah dari India yang mayoritas Hindu.

Tetapi bagaimanapun difinisi negara Islam yang dibuat oleh Fazlul Rohman nampaknya rumusannya agak fleksibel, tidak begitu ketat dengan syarat-syarat tertentu. Hal ini barang kali sengaja dirumuskan oleh Fazlul Rohman agar umat Islam tidak terlampau kaku dalam merumuskan negara Islam dan tidak terlampau sulit dalam memenuhi cita-cita mereka untuk membangun sebuah negara yang mereka inginkan.

Jadi dapat disimpulkan bahwa negara Islam menurut Fazluk Rohman adalah suatu negara yang didirikan atau dihuni oleh umat Islam dalam rangka memenuhi keinginan mereka untuk melaksanakan perintah melalui Wahyu-Nya.

Daftar Pusataka

Amiruddin,M Hasbi, Konsep Negara Islam Menurut Fazlul Rohman (Yogyakarta:UII Press Yogyakarta ,2000)

Komentar
  1. prim mengatakan:

    Jadi.. yang paling bagus tidak perlu negara Islam.. tetapi penduduknya beraga Islam.. atau negara yang mengaku Islam tapi sekuler.. wah..bingung juga ya…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s